GoLinkNews
      Golinknews.com      Online Single Submission (OSS)      GolinkUKM      Golink-RTRW      GolinkRPETRA      GolinkDasboard      GolinkFOOD      SuratKU

 Berita     Senin, 01 Oktober 2018   80 kali


Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Paser diikuti berbagai Kalangan

Pemerintah Kabupaten Paser menggelar upacara peringatan hari kesaktian pancasila di halaman kantor Bupati, Senin (1/10).

Upacara dipimpin Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi, dihadiri forum koordinasi pimpinan daerah dan kepala OPD.

Upacara peringatan hari kesaktian Pancasila di daerah itu diikuti dari berbagai kalangan, mulai dari TNI, Polri, BDBD, Satpol PP, Dishub, Korpri, mahasiswa hingga pelajar dari berbagai jenjang.

Dandim 0904 tng Letkol (Arh) Ardian Patria Chandra menilai upacara peringatan kesaktian Pancasila itu digelar dalam rangka mengingat kembali peristiwa sejarah Gerakan 30 september 1965.

“Upacara ini untuk mengingat bahwa dulu pernah ada gerakan 30 September 1965,” kata Ardian.

Gerakan itu katanya, merupakan gerakan dari Partai Komunis Indonesia (PKI) yang berupaya mengganti ideologi negara Pancasila. Menurutnya, saat ini masih banyak generasi muda yang tidak mengetahui perihal sejarah tersebut.

Selain dengan kegiatan upacara peringatan, kata Ardian, Kodim 0904 tng sebelumnya sudah menggelar sosialisasi dan pembinaan kepada generasi muda, terkait wawasan kebangsaan  dan cinta tanah air.

“Selain dengan upacara, kodim sudah pernah menggelar kegiatan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air untuk menangkal paham komunis,” katanya.

Pada tahun lalu pun lanjutnya, Kodim 0904 menggelar nonton bareng (nobar) film G30S/PKI di lapangan prajurit. 

“Tahun lalu kita gelar nobar film G30S agar generasi saat ini tahun bahwa telah terjadi pemberontakan PKI tahun 1965,” ujarnya.

Meski pada tahun ini pihak kodim setempat tidak secara aktif menggelar nobar film tersebut menurutnya tahun ini masyarakat secara inisiatif pun menggelar nobar di sejumlah tempat.

“Meski kita tidak gelar nobar, tapi masyarakat inisiatif nobar film itu. Ini wujud kepedulian untuk mengingat sejarah. Bahwa PKI itu perlu diwaspadai karena merupakan bahaya laten yang suatu waktu bisa bangkit,” pungkasnya.