GoLinkNews
      Golinknews.com      Online Single Submission (OSS)      GolinkUKM      Golink-RTRW      GolinkRPETRA      GolinkDasboard      GolinkFOOD      SuratKU

 Berita  admin   Rabu, 03 Oktober 2018   101 kali


Vaksinasi measles rubella, Paser Gandeng MUI

Tana Paser (golinknews.com) Pemerintah Kabupaten Paser menggandeng tokoh agama untuk pemberian vaksin measles rubella, mengingat capaian vaksinasi di daerah itu baru mencapai 52 persen.

 

“Kita akan libatkan tokoh agama untuk pemberian vaksin measles rubella karena saat ini capaiannya baru 54 persen,” kata Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi ditemui di Tanah Grogot, Rabu (3/10).

 

Sebelumnya satu bulan yang lalu Pemkab Paser kata Yusriansyah telah mencanangkan vaksinasi measles rubella di Kecamatan Batu Sopang. 

 

Selama satu bulan itu juga Dinkes Paser menargetkan selesai, atau pencapaian 95 persen di akhir September.

 

“Karena belum memenuhi target, jadi diperpanjang hingga akhir Oktober. Meski di Kaltim capaian kita di atas kota Balikpapan,” ucap Yusriansyah.

 

Oleh karena itu lanjut Yusriansyah, Pemkab Paser akan kembali mensosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya pemberian vaksin measles rubella itu.

 

“Kita himbau kepada lurah, camat, agar melibatkan masyarakat dan tokoh agama, untuk mensosialisasikan pentingnya pemberian vaksin measles rubella ini,” ujar Yusriansyah.

 

Yusriansyah menerangkan, kendala yang dihadapi selama kegiatan vaksinasi itu yakni dari pihak orangtua yang tidak memperkenankan anaknya diberikan vaksin measles rubella.

 

“Kita juga berharap orangtua, dapat memperkenankan anaknya diberikan vaksin. Karena ini sangat penting,” ujarnya.

 

Yusriansyah menerangkan, kontroversi asal muasal vaksin measles rubella sejatinya telah menemukan titik terang, usai Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa mubah, atau membolehkan pemberian vaksin itu.

 

“Memang MUI sudah mengeluarkan fatwa boleh diberikan vaksin. Karena untuk kondisi darurat, pemberian vaksin perlu dilakukan mengingat resiko atau dampak yang ditimbulkan apabila tidak diberikan vaksin,” tutur Yusriansyah.

 

Adapun dampak dari tidak diberikannya vaksin measles rubella yaitu komplikasi campak yang dapat menyebabkan radang otak, cacat permanen, hingga radang paru-paru. Dikhawatirkan rubella atau dapat menular ke ibu hamil yang mengakibatkan anaknya bisa terpapara penyakit itu.

 

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Paser tercatat, dari 19 puskesmas yang sudah melakukan imunisasi measles rubella, terdapat beberapa puskesmas yang cakupannya masih dibawah 50 persen seperti Puskesmas Batu Kajang (15,97 persen), Muara Komam (30,75 persen), Lolo (39,12 persen), Long Kali (44,24 persen), dan Long Ikis (44,37 persen).

 

Adapun puskesmas dengan cakupan imunisasi measles rubella yang tertinggi yaitu Puskesmas Krayan (94,98 persen), Suatang Baru (84,81 persen), Muser (85,13 persen), Tanjung Aru (82,03 persen). Sedangkan di ibu kota Kabupaten, Tanah Grogot baru mencapai 68,72 persen.(roli)