GoLinkNews
      Golinknews.com      Online Single Submission (OSS)      GolinkUKM      Golink-RTRW      GolinkRPETRA      GolinkDasboard      GolinkFOOD      SuratKU

 Berita  R. Wartono
Jurnalis Senior 
 Kamis, 11 Oktober 2018   1409 kali


Murhariyanto dan Empong, calon kuat Sekda Paser ??

SEKRETARIAT  Daerah  Kabupaten  Paser  belum lama ini  telah  mengumumkan  nama-nama  pejabat  yang  lolos seleksi  administrasi  pada seleksi  terbuka Jabatan  Pimpinan Tinggi  (JPT)  Pratama untuk jabatan sekretaris daerah (Sekda).    

Seperti  diketahui  Sekda  Paser   AS Fathur Rahman  akan  memasuki  purna tugas pada akhir November  tahun ini,sehingga  awal  Desember  Sekda Baru  terpilih dapat dilantik. 

Nama-nama pajabat yang lolos selekdia adminisrasi,  antara lain  Drs. H. Abdul  Kdir M.Si ( Kepala Badan Pengelola  Keuangan dan Aset Daerah)   Ir. Amiruddin A. M.AP  (Sekretaris  DPRD Paser), Hulaimi  (Kadis Pemerintahan Masyarakat Desa ),  Ina Rosana (Asisten Ekonomi ),  Murhariyanto ( Kadis Pendidikan  dan Kebudayaan),  Katsul Wijaya  (Asisten Kesra ).

Dalam  setiap  seleksi   jabatan pimpinan tinggi  untuk   jabatan  Sekda baik di  Kabupaten/kota maupun provinsi   selalu  menarik  perhatian  publik.    Pasalnya  Jabatan sekda adalah jabatan karir tertinggi bagi seorang birokrat.   Karena itu,   seorang  birokrat  pasti menginginkan  jabatan prestisius itu.  

Tidak mudah  memang  bisa menduduki  jabatan sekda,   selain  dituntut memiliki  kapasitas dan kapabilitas,  ada faktor  lain  yang  bisa menentukan seorang  birokrat  bisa   menduduki  jabatan sekda.   Kita  biasa menyebutnya dengan faktor ‘x’.  Faktor  x  inilah  yang  tidak dimiliki setiap  seorang birokrat.

Mengapa demikian..?   Seorang  Sekda  memiliki  posisi strategis  dalam menggerakan roda birokrasi. Terlalu  berat  bagi seorang  kepala  daerah  untuk memimpin pemerintahan  tanpa  peran sekda. Sekda-lah yang membantu kepala daerah  dalam  mengkoordinir dan menggerakan  tugas –tugas penyelenggaran pemerintahan di seluruh organisasi perangkat daerah.

Bagi seorang kepala daerah,  memilih sekda  itu ibarat memilih  seorang  istri.  Tentu modal cantik belum lah cukup,  ada modal lain yang  tidak tertuang  dalam syarat formal menjadi sekda , seperti  modal  kecocokan  secara   emosi  dengan kepala daerah.  Antara kepala daerah dengan Sekda harus memiliki ‘chemistry’ yang sama.   

Karena itulah  dalam setiap seleksi  jabatan sekda meski  belum ada pengumuman orang sudah bisa menduga siapa yang bakal  terpilih sebagai  sekda.  

Mengacu pada  kasus seleksi  sekda sebelumnya,  meski  belum pengumuman , namun dugaan siapa yang terpilih akhirnya terbukti.  Meskipun dari ketiga calon  yang terpilih  itu  memiliki kapasitas dan kredibilitas yang mumpuni.  Namun pada akhirnya, kepala daerah lah yang punya  hak prerogratif untuk memilih salah satu dari ketiga calon yang direkomendasikan itu. Intinya ada faktor  x, yang membuat kepala daerah memutuskan siapa yang me njadi sekda-nya.

Lalu, bagaimana dengan seleksi  sekda yang saat ini sedang berjalan ....?  Semua calon yang ada sama-sama  memiliki kapasitas dan kapabiltas untuk menjadi  sekda .   Namun sebagai  sebuah  analisa, kita bebas  menduga siapa calon  yang   berpeluang  terpilih  sebagai sekda Paser.  Tentu didasarkan pada  argumen yang  bebas pula, seperti pertimbangan politik,  falsafah hidup dan tentu aura para calon yang  subyektif untuk dinilai.

 Seperti sebuah ungkapan kehidupan,  ‘setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya’. Pun hal demikian,  ‘setiap pejabat ada masanya , setiap masa ada pejabatnya’. Dari calon-calon yang ikut berkompetisi  menduduki Sekda dibagi dalam dua kelompok.  Kelompok pertama  adalah  mereka  yang calon  ‘bersinar’  pada  masa pemerintahan lalu, Kelompok Kedua adalah calon yang ‘bersinar’ pada pemerintahan yang sekarang. Di kelompok pertama ada  Abdul Kadir,  Hulaimi, Ina Rosana, Amiruddin dan  Katsul Wijaya, di kelompok kedua hanya seorang, Murhariyanto. 

Jika mengacu analisa berdasarkan kelompok  itu tadi,  maka kemungkinan  Murhariyanto menjadi calon kuat  untuk terpilih menjadi  sekda belum lagi ditambah modal politik yang dia miliki.  Namun   jika kita menggunakan analisa aura calon, maka  nama  Katsul  Wijaya  atau biasa dipanggil  “Empong’ memilki peluang dipilih Bupati  menjadi sekda.   Dia  merupakan  tipikal  seorang birokrat  yang kelihatanya cocok dengan Bupati.  

Benar kah demikian...., ?   Kemanakah  cinta Bupati akan berlabuh dari calon yang ada.?  tentu hanya Tuhan dan Bupati  Yusriansyah Syarkawi  yang  tahu. (***)