GoLinkNews
      Golinknews.com      Online Single Submission (OSS)      GolinkUKM      Golink-RTRW      GolinkRPETRA      GolinkDasboard      GolinkFOOD      SuratKU

 Berita  admin   Senin, 03 Desember 2018   280 kali


AKHIRNYA...., EMPONG JADI SEKDA PASER !

PAK sekda...Pak Sekda,... .” Sapa  Penulis  kepada Katsul   Wijaya  yang saat itu asyik membungkukan badan mengenakan sepatunya.  Awalnya  dia  ‘cuek’  disahut  dengan  sebutan sekda.  Maklum, saat itu dirinya bukan  pejabat sekretaris  daerah  tetapi  Asisten Kesejahteraan Rakyat.

Namun sapaan ‘sekda’  kedua, ternyata mengusik telinganya, bagi dia suara sapaan itu tak asing bagi dirinya. Seketika, dia mendongakan kepalanya.

“Ah...kamu  ini..,  pengumumuman aja  belum, belum tentu juga saya masuk,” katanya sambil tertawa.  Setelah  berbincang sebentar,  pria yang akrab dipanggil  “Empong’ bergegas meninggalkan lokasi  peletakan batu pertama pembangunan Masjid  Ribhatul Khail, di Kecamatan Kerang, Rabu 14 November lalu.

Ternyata  setengah bulan kemudian, tepat hari ini, Senin  3 Desember,  Empong dilantik menjadi menjadi Sekretaris  Daerah oleh Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi di Pendopo Kabupaten.  Ia dilantik bersama  Chandra Irwanadi,  yang juga mendapat promosi jabatan sebagai Kepala Dinas Perindagkop dan UKM.

Terpilihnya  Katsul  Wijaya  menjadi  Sekda Paser memang sudah diduga sebelumnya.  Sejak  masih pendaftaran,  nama “Empong’ memang kerap menjadi perbincangan di kalangan pegawai. Bahkan, mereka yang di luar birokrasi juga ikut-ikutan ‘latah’ mendukung Empong menjadi Sekda.

Seperti  Asosiasi Pemerintad Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Paser, meski belakangan dibantah  Ketua  APDESI  M. Nasri  bahwa dukungan itu bukan mewakili  APDESI tetapi  pernyataan pribadi anggotanya.

Maklum, saja  Empong  cukup lama menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, sehingga banyak dikenal para kepala  desa yang tergabung dalam APDESI.  Bupati Paser  Yusriansyah Syarkawi pun akhirnya memilih  Empong  dari pada dua calon sekda lainya yang diusulkan panitia seleksi. Dua calon sekda lainnya adalah  Murhariyanto, Kepala Dinas Pendidikan dan Ina Rosana Asisten Ekonomi.

Jabatan sekda adalah jabatan karir birokrasi  bukan jabatan politik.  Namun demikian,  jabatan sekda selalu dikait-kaitkan  dengan  urusan  politik.  Seperti yang terjadi pada pelantikan Empong ini.

Meski ini belum tentu benar dan bersifat dugaan, penulis menilai alasan Bupati Paser memilih Empong, karena dia memiliki kelebihan yang  tidak dimiliki dua calon lainnya.  Empong adalah tipikal  pejabat  ‘good boy’  dan  bagi Bupati Paser,  Empong  adalah  Investasi politik ke depan bagi generasi penerusnya.  Akhirnya...Selamat buat  Pak Katsul Wijaya atas jabatan barunya sebagai sekretaris Daerah Kabupaten Paser. (****)