GoLinkNews
      Golinknews.com      Online Single Submission (OSS)      GolinkUKM      Golink-RTRW      GolinkRPETRA      GolinkDasboard      GolinkFOOD      SuratKU

 Berita     Selasa, 18 Desember 2018   164 kali


25.775 Keping KTP di Paser dimusnahkan

Tana Paser (Golinknews.com) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Paser pada Selasa (18/12), memusnahkan 25.775 keping Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang telah rusak atau tidak terpakai, guna menghindari penyalahgunaan oleh pihak tak bertanggungjawab.

Pemusnahan yang dilakukan pegawai Disdukcapil Paser dilakukan di komplek perkantoran kilometer 5, di belakang Kantor Disdukcapil setempat, disaksikan Pelaksana Tugas Asisten Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Paser M. Sisman.

“Pemusnahan dokumen kadaluarsa untuk menghindari hal-hal yang tidak memungkinkan para pihak. Ada 25.775 keping KTP yang kita musnahkan,” kata Kepala Disdukcapil Paser Suwardi.

Suwardi tidak meninginkan adanya penyalahgunaan KTP tersebut, apalagi saat ini merupakan tahun politik yang rentan untuk disalahgunakan.

“Apalagi ini menjelang pemilu ini sangat sensitif sekali, sehingga KTP yang sudah rusak dan kadaluarsa, kami bakar,” katanya.

Menurut Suwardi, pembakaran dokumen kependudukan yang telah rusak dan kadaluarsa itu merupakan perintah dari Kementerian Dalam Negeri.

“Agar penyalahgunaan KTP yang pernah terjadi di daerah, tidak terjadi di sini. Ini perintah dari Kemendagri,” kata Suwardi.

Kepala Bidang Kependudukan pada Disdukcapil Paser Wibawani mengatakan dari 25.775 KTP yang dimusnahkan itu, 24.650 diantaranya adalah KTP Elektronik. Sedangkan 1.125 adalah KTP non elektronik atau SIAK.

“Yang dimusnahkan 24.650 KTP elektronok (E-KTP) dan 1.124 KTP non elektronik atau KTP Siak,” katanya.

KTP rusak kata Wibawani disebabkan karena beberapa faktor seperti rusak disebabkan dari pemilik KTP sehingga dilakukan pergantian, atau kerusakan saat dilakukan pencetakan oleh petugas.

“Sedangkan KTP invalid atau kadaluarsa yaitu KTP yang diganti karena data kependudukan pemiliknya mengalami perubahan seperti perubahan alamat, status perkawinan, pekerjaan, dan sebagainya,” jelas Wibawani.(Roli)